Masihkah kita ingin menyalahkan orang lain atau mulai mengambil langkah untuk menyelamatkan bumi kita?
Sumber Foto: kkp.go.id Penulis: Moh. Imam Bahrul U, M.Pd. Ketika laut penuh sampah, ketika hutan gundul tanpa sisa, ketika udara sesak oleh polusi, Apakah alam yang lemah? Ataukah manusia yang terlalu serakah? Kita sering menyalahkan bencana alam tanpa mau mengakui bahwa kita sendiri yang memicunya. Banjir dianggap sebagai murka Tuhan padahal sungai kita penuhi sampah dan bantaran kita gusur tanpa kendali. Kekeringan disebut cobaan padahal kita menebang hutan tanpa henti. Udara panas menyengat tetapi kita terus menghasilkan polusi tanpa peduli. Al-Qur’an sudah memperingatkan jauh sebelum semuanya terjadi: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia,…
