CERPEN : Kisah Keluarga Yang Menyimpan Duka
Kisah Keluarga Yang Menyimpan Duka
Karya : Karisma Revi Putri Widya Sari (XI-IPS)
Tak seperti kebanyakan ayah, Arla hanya bisa bertemu dengan ayahnya sekali atau dua kali dalam setahun.
Kalau pun bertemu, waktu yang mereka miliki sangat terbatas, hanya dua atau tiga jam saja.
Arla pun merasa bingung mengapa ayahnya jarang pulang ke rumah.
Namun seiring berjalannya waktu, Arla mulai mengerti alasan di balik ketidakhadiran ayahnya.
Ketika Arla masih kecil, sering kali ayahnya mengajaknya dan menghabiskan waktu liburan bersama-sama.
Namun, tradisi yang terjalin selama bertahun-tahun itu akhirnya berakhir, ketika ibunya memutuskan untuk membentuk keluarga baru.
Tahun demi tahun berlalu, Arla tumbuh menjadi gadis yang kuat dan hebat.
Suatu hari, Arla diajak keluar bersama ayahnya untuk belanja kebutuhan sekolahnya.
Ayahnya pun datang kerumah Arla untuk meminta izin kepada ibunya,
Dan ibunya pun mengizinkan ayahnya untuk keluar bersama Arla.
Tanpa disadari Arla lupa untuk meminta izin langsung dari ibunya.
Tibalah mereka di sebuah pusat perbelanjaan yang ada di pinggir jalan ditengah kota.
Arla pun senang karena kemauannya untuk berbelanja terwujud dan dia mulai memilih apa yang dia perlukan.
Tidak terasa, jam telah menunjukkan pukul 16.20, yang menandakan waktu berbelanja Arla sudah cukup. Ia segera pulang dengan diantar oleh ayahnya. Sampailah dirumah, Arla berpamitan dan berterimakasih kepada ayahnya karena telah mewujudkan kemauannya tersebut.
Mulailah Arla melangkah masuk ke rumahnya membawa barang-barang yang telah dibelinya.
Saat dia memasuki rumah dia disambut dingin oleh ibunya.
Entah mengapa sikap ibunya seperti itu yang membuat Arla bertanya-tanya.
Arla pun tidak memikirkan panjang tentang itu.
Malam pun tiba Arla izin kepada ibunya untuk tidur dirumah nenek nya.
Sesampainya Arla dirumah neneknya, nenek pun bercerita kejadian yang tak terduga kepada Arla.
Arla ingat mengapa tadi sore ibunya bersikap dingin kepadanya,
Karena kejadian yang diceritakan neneknya tersebut telah melanda ibunya.
Arla memikirkan cerita nenek nya sampai tertidur.
Dan keesokan harinya Arla pulang untuk melaksanakan kewajibannya yaitu bersekolah,
Dia diantar oleh neneknya sampai rumah saat memasuki rumah Arla tersentak dengan kata-kata yang sangat menusuk dihati Arla.
Kata-kata tersebuat terucap oleh seorang laki-laki yang baru satu tahun dia temui.
Beruntunglah disaat kejadian tersebuat ada neneknya yang memihak dan melawan kata-kata laki-laki tersebut.
Dari kejadian itulah Arla berpisah dengan ayahnya selama tiga tahun dan terpisah oleh tempat dan waktu.
Arla hanya bisa mengucapkan maaf kepada ayahnya karena tidak bisa bertemu lagi.
“Ingatlah, ketika kau merasa hancur, masih banyak hal indah dan berharga yang
menunggumu di masa depan.”

Pertanyaan dari aku
Tema?
Tokoh?
Sudut pandang?
Alur?
Amanat?
Nilai sosial
Budaya
Agama
Pendidikan
Sinopsis nyam