MA Hidayatul Mubtadiin: Penyuluhan LEADHERSHIP SKILL
Oleh : Zahra Niswatul Jannah Agungtya
Malang, 16 Mei 2025. Keluar dari zona nyaman adalah hal yang sulit bagi remaja zaman sekarang atau biasa disebut dengan GEN Z. Karena pengaruh pemikiran, mayoritas GEN Z yang bisa keluar dari zona nyaman adalah mereka yang ingin mendapat ketenaran atau popularitas. Namun, sebagai manusia kita tidak boleh selalu berpikiran buruk terhadap sesama, bisa saja orang yang kita anggap buruk ternyata ada hal baik yang kita tidak mengerti. Dengan kata lain, mereka yang keluar dari zona nyaman mempunyai tujuan memperbaiki diri atau mengembangkan potensi yang mereka miliki.
LEADHERSHIP SKILL adalah penyuluhan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Penyuluhan yang diadakan di MA Hidayatul Mubtadiin memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi kemampuan anggota OSIS. Penyuluhan yang dikhususkan untuk anggota OSIS ini memang untuk persiapan mereka apabila pada waktunya pergantian Ketua OSIS mereka yang terpilih sudah siap menjadi pemimpin.
Penyuluhan yang diisi oleh Kak Ibrahim dari UIN, sangat mendapat perhatian oleh anggota OSIS yang mengikuti penyuluhan ini karena kemampuan public speakingnya yang saya akui sangat bagus. Kak Ibrahim menyampaikan materi-materi untuk menjadi pemimpin yang baik. Tidak hanya menyampaikan, ia juga mempraktikan materi tersebut.
Materi yang bisa saya tangkap dan melekat di pikiran saya adalah pemimpin harus memiliki kemampuan untuk bisa berbicara di depan khalayak umum terutama bisa memahamkan audiens, menegur dengan kalimat yang dapat diterima dengan baik, interaksi dengan anggota diluar komunitas (tidak hanya saat ada kumpulan saja, namun diluar perkumpulan interaksi jangan sampai putus. Misal, “eh guys, lagi ngapain nih kumpul-kumpul. Kayaknya seru deh… boleh ikut nggak..?” atau “ hai.., gimana nih kabarnya..?, baik baik aja kan. Jangan lupa ya, nanti jam 1 kumpul di ruang OSIS”. Jika kita tidak lupa akan interaksi di luar komunitas dengan anggota, maka kita akan terikat terus dengan mereka begitu juga dengan mereka. Kemungkinan besar, mereka akan berpendapat “ eh, disana ada ketua. Ayo kumpul” ), melatih diri kita untuk menjadi pemimpin yang bijak dan berwibawa, cara mengatur organisasi agar menjadi organisasi yang teratur, mempengaruhi anggota agar dapat diajak bekerja sama, intropeksi diri atau evaluasi diri (apakah kita sudah menjadi pemimpin yang baik?).
Penyuluhan ini tidak hanya menyampaikan materi, Kak Ibrahim juga teman-temannya mengerti jika kita juga butuh kegiatan untuk mengencerkan pemikiran kita yang awalnya terfokus pada materi. Setelah Kak Ibrahim dan teman-temannya selesai menyampaikan materi, mereka mengadakan lomba kecil-kecilan untuk kita yang mengikuti penyuluhan ini.
Pada akhir penyuluhan, Kak Ibrahim menyampaikan kata-kata motivasi untuk kita “Pemikiran akan menjadi Perkataan, Perkataan akan menjadi Perbuatan, Perbuatan akan menjadi Kebiasaan, Kebiasaan akan menjadi Karakter”.
Dokumentasi Kegiatan






