Pendidikan Tidak Boleh Menjadi Ladang komersial

Penulis : Erna Setyowati

Membahas mengenai pendidikan tentu tak akan pernah selesai. Ditambah masalah dan persoalan mengenai pendidikan dari hari ke hari tak juga usai. Mulai dari persoalan pemerataan pendidikan, tenaga pendidik, kualitas peserta didik, pemerataan fasilitas pendidikan, hingga persoalan finansial dalam penddikan. Persoalan terakhir agaknya merupakan persoalan yang sangat bersinggungan dengan keadaan masing-masing orang.

Setiap warga Indonesia memiliki keadaan ekonomi yang berbeda-beda. Terlebih lagi, di masa pandemi keadaan ekonomi menjadi hal yang tak menentu. Banyak masyarakat yang terdampak, seperti di-PHK, dirumahkan, pengurangan jam kerja, atau pun WFH (Work From Home). Melelahkan memang, tetapi inilah realita di tengah masa pandemi sehingga harus dihadapi oleh semua pihak dengan bijak. Pendidikan dan ekonomi menjadi dua bidang yang sangat merasakan dampak dari masa pandemi. Pernyataaan ini membawa anggapan pada ketidak mampuan orang tua untuk membiayai anak-anaknya belajar di tengah masa pandemi. Apalagi keadaan ekonomi dan situasi pekerjaan sedang tidak dapat diprediksi.

Oleh karena itu, kedua bidang ini harus adaptif mendukung masyarakat di masa pandemi. Bukannya malah menaikkan harga SPP dan atau layanan pendidikan lain. Meskipun keadaan belajar berlangsung dari rumah, tetapi bukan berarti akan menghapus kewajiban orang tua atau wali dari membayar SPP. Pernyataan ini dapat dijadikan sebagai sebuah pembenaran dan jelas dapat diterima karena pendidikan masih berlangsung. Hanya saja, media dan proses pendidikan yang bergeser. Namun, keadaan ekonomi masyarakat juga harus dipertimbangkan. Apalagi untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam kegiatan belajar dari rumah, seperti handphone dan kuota internet. Tentu kebutuhan dasar ini akan membebani orang tua.

Pendidikan tidak boleh menjadi ladang komersial karena setiap orang berhak atas pendidikan. Ada pun alur finansial dalam pendidikan tidak boleh dijadikan media untuk meraup keuntungan. Alur finansial sejatinya hanyalah digunakan untuk membayarkan hal yang sudah semestinya dibayarkan orang tua pada pihak sekolah.

21 thoughts on “Pendidikan Tidak Boleh Menjadi Ladang komersial

  1. Pendidikan sangat penting bagi setiap orang sehingga tidak setiap orang mampu untuk sekolah, jadi seharusnya pemerintah tidak menjadikan pendidikan sebagai komersial dengan membayar spp misalnya.

    1. Setuju banget tidak semua orang memiliki ekonomi yang stabil, pemerintah harus lebih memperhatikan anak² remaja yg memiliki ke inginkan untuk berpendidikan tinggi namun terhalang dengan ekonomi , dengan memberikan bantuan biaya untuk spp mungkin

    2. Pendidikan sangat penting untuk semua warga negara dan saya setuju kalau biaya pendidikan tidak komersial dan harus terjangkau agar setiap warga negara bisa mengikuti pendidikan sampai ke jenjang tertinggi.

  2. Saya setuju dengan opini bahwa pendidikan tidak boleh menjadi ladang komersial, dikarenakan setiap warga negara berhak mendapat pendidikan yang setara.

  3. pendidikan sangat penting bagi manusia untuk menjadi manusia yang berwawasan luas , oleh karena itu sekolah menjadi modal utama bagi masyarakat untuk mencapai kategori tersebut. Alangkah baiknya pemerintah paling tidak meringankan beban biaya untuk bersekolah

  4. Saya setuju dengan pernyataan Pendidikan tidak boleh menjadi ladang komersial karena setiap orang berhak atas pendidikan. Ada pun alur finansial dalam pendidikan tidak boleh dijadikan media untuk meraup keuntungan. Alur finansial sejatinya hanyalah digunakan untuk membayarkan hal yang sudah semestinya dibayarkan orang tua pada pihak sekolah.

  5. Saya sangat setuju pendidikan memang sangat penting bagi setiap orang maka pendidikan memang tidak seharusnya dijadikan ladang komersial

  6. Saya setuju dengan pernyataan diatas karena memang mungkin masih banyak yang masih menggunakan adanya pandemic ini sebagai lahan keuntungan namun tak sepatutnya, karena tanpa disadari hal tersebut menjadi beban tambahan extra untuk orang tua di masa pandemic.

Leave a Reply